KEMBARAN, BANYUMAS — Keberadaan Greenhouse Sweet Harmony yang dikelola Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) PCM Kembaran semakin menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan pertanian modern berbasis umat. Saat ini, greenhouse tersebut mulai menjadi rujukan studi banding para pemerhati budidaya melon greenhouse sekaligus objek kajian ilmiah bagi kalangan mahasiswa.

Program pertanian produktif ini merupakan hasil kolaborasi pembinaan antara Lazismu Banyumas bersama mitra pendamping, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor agrikultur modern. Model pengelolaan ini sejalan dengan peran Lazismu sebagai lembaga filantropi Muhammadiyah yang mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif.

Sebelumnya, berbagai program greenhouse melon di Banyumas juga dikembangkan sebagai bagian dari gerakan kemandirian ekonomi Muhammadiyah melalui kolaborasi Lazismu, Jamaah Tani Muhammadiyah, dan unsur persyarikatan lainnya.
Menjadi Laboratorium Lapangan
Greenhouse Sweet Harmony tidak hanya berfungsi sebagai lahan produksi, tetapi juga berkembang menjadi laboratorium lapangan. Sejumlah akademisi dan mahasiswa memanfaatkan lokasi ini untuk penelitian terkait:
- sistem budidaya melon dalam greenhouse,
- manajemen nutrisi dan irigasi modern,
- peningkatan kualitas dan produktivitas buah,
- hingga model pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Pendekatan integratif antara dakwah, ekonomi, dan teknologi pertanian menjadikan greenhouse ini dinilai layak sebagai contoh praktik baik (best practice) pertanian berkemajuan di lingkungan Muhammadiyah.
Buah Siap Panen, Harapan Kemandirian Umat
Secara visual, tanaman melon di dalam greenhouse tampak tumbuh seragam dengan perawatan intensif dan sistem kontrol lingkungan yang terjaga. Buah-buah melon mulai memasuki fase pembesaran akhir dan dijadwalkan panen dalam waktu dekat.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi penguat gerakan ekonomi umat berbasis wakaf produktif dan filantropi, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor agroteknologi di tingkat cabang Muhammadiyah.
Dari Dakwah Sosial Menuju Dakwah Ekonomi
Langkah PCM Kembaran melalui JATAM menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya hadir dalam bentuk pengajian, tetapi juga melalui penguatan kemandirian ekonomi jamaah. Sinergi antara organisasi, lembaga zakat, dan mitra teknis menjadi bukti bahwa pertanian modern dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dengan semakin banyaknya kunjungan studi banding dan penelitian, Greenhouse Sweet Harmony diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran pertanian hortikultura modern sekaligus inspirasi bagi cabang-cabang Muhammadiyah lainnya dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang mandiri dan berkemajuan.






