JATAM Kembaran Kembangkan 700 Pohon Pisang Cavendish, Lokasi Dampit Mulai Berbuah

KEMBARAN, BANYUMAS — Upaya penguatan ekonomi jamaah melalui sektor pertanian terus digencarkan oleh JATAM Kembaran. Salah satu pengembangan terbaru adalah budidaya pisang Cavendish yang kini mulai menunjukkan hasil menggembirakan di wilayah Dampit.

Ketua JATAM Kembaran, Syuhada, menjelaskan bahwa di lokasi Dampit saat ini tertanam 360 pohon pisang Cavendish. Dari jumlah tersebut, hampir 100 pohon sudah mulai berbuah setelah masa tanam sekitar tujuh bulan, yang dimulai pada akhir Juli tahun lalu.

“Alhamdulillah, perkembangan tanaman sangat baik. Buahnya mulus, tidak bercak dan tidak cacat. Istilahnya ‘glowing-glowing’,” ujarnya saat meninjau kebun.

Empat Lokasi Pengembangan

Budidaya pisang Cavendish oleh JATAM Kembaran tidak hanya terpusat di satu titik. Penanaman juga dilakukan di beberapa wilayah lain, yakni:

  • Karangsari sebanyak 60 pohon
  • Bantarwuni sebanyak 100 pohon
  • Mersi sebanyak 200 pohon

Dengan demikian, total keseluruhan tanaman yang telah dikembangkan mencapai sekitar 700 pohon yang tersebar di wilayah Kembaran dan sekitarnya.

Program ini turut melibatkan pendampingan akademik melalui kerja sama dengan Fakultas Pertanian UMP dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, sehingga budidaya dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan manajemen pertanian modern.

Buka Peluang Warga Ikut Menanam

Selain fokus pada produksi, JATAM Kembaran juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut mengembangkan tanaman pisang Cavendish. Warga dapat mengambil bibit atau tunas yang telah disiapkan di lokasi Dampit.

Beberapa warga telah memanfaatkan kesempatan tersebut, di antaranya dari Bojongsari yang mengambil 30 pohon, kemudian dari Bantarwuni sebanyak 60 pohon, serta warga Dukuh Waluh yang mengambil 25 pohon untuk dikembangkan kembali di Karangsari.

Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Jamaah

Program budidaya Cavendish ini menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis jamaah yang diinisiasi PCM Kembaran melalui sektor pertanian produktif. Selain bernilai ekonomi tinggi, tanaman Cavendish dipilih karena memiliki kualitas pasar yang baik dan perawatan yang terukur.

Ke depan, JATAM Kembaran berharap pengembangan ini dapat menjadi model pertanian kolektif yang melibatkan lebih banyak warga, sehingga mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mempererat kolaborasi antara jamaah, masyarakat, dan kalangan akademisi.